Edukasi Gempa

Magnitudo dan Intensitas Gempa: Dua Ukuran yang Sering Tertukar

Magnitudo dan Intensitas Gempa: Dua Ukuran yang Sering Tertukar
Foto: U.S. Government Accountability Office fr / Wikimedia Commons (Public domain)

Dalam pemberitaan gempa, kita sering mendengar istilah magnitudo dan intensitas. Keduanya kerap dianggap sama, padahal mengukur hal yang berbeda. Memahami perbedaannya akan membuat kita lebih tepat membaca informasi gempa.

Apa Itu Magnitudo?

Magnitudo adalah ukuran besarnya energi yang dilepaskan di sumber gempa. Satu gempa hanya memiliki satu nilai magnitudo, di mana pun kita berada.

Skala logaritmik

Skala magnitudo bersifat logaritmik. Kenaikan satu satuan magnitudo setara dengan peningkatan energi sekitar 32 kali. Itulah sebabnya gempa magnitudo 7 jauh lebih besar dibanding gempa magnitudo 5.

Jenis magnitudo

Ada beberapa jenis magnitudo, seperti magnitudo lokal dan magnitudo momen. Untuk gempa besar, magnitudo momen lebih umum digunakan karena lebih mewakili energi sebenarnya.

Apa Itu Intensitas?

Intensitas menggambarkan seberapa kuat guncangan dirasakan dan dampaknya di lokasi tertentu. Satu gempa dapat memiliki intensitas berbeda-beda di setiap tempat.

Skala MMI

Skala Modified Mercalli Intensity (MMI) memakai angka Romawi dari I hingga XII. Intensitas rendah berarti getaran hanya terasa oleh sebagian orang, sedangkan intensitas tinggi menunjukkan kerusakan bangunan yang luas.

Faktor yang Memengaruhi Intensitas

  • Jarak dari sumber gempa.
  • Kedalaman hiposenter.
  • Kondisi tanah setempat, misalnya tanah lunak yang memperkuat guncangan.
  • Kualitas konstruksi bangunan.

Analogi Sederhana

Bayangkan sebuah lampu. Magnitudo seperti daya lampu dalam watt, sedangkan intensitas seperti terang cahaya yang Anda rasakan. Semakin jauh dari lampu, cahaya terasa makin redup meskipun dayanya tetap.

Bagaimana Intensitas Ditentukan?

Intensitas dapat diperkirakan dari data instrumen yang mengukur percepatan tanah, lalu dikonversi ke skala intensitas. Selain itu, laporan masyarakat tentang apa yang dirasakan dan dampak yang terlihat juga dipakai untuk melengkapi gambaran guncangan di berbagai lokasi.

Peta guncangan

Hasil perkiraan intensitas sering disajikan dalam bentuk peta guncangan berwarna. Peta ini membantu petugas memperkirakan wilayah yang kemungkinan paling terdampak sehingga bantuan dapat diarahkan lebih cepat.

Mengapa intensitas penting bagi warga?

Bagi masyarakat, intensitas lebih langsung menggambarkan pengalaman di lapangan. Informasi intensitas membantu kita menilai apakah perlu memeriksa kerusakan rumah, mengevakuasi diri, atau cukup tetap waspada sambil mengikuti informasi resmi.

Dengan membiasakan diri membaca kedua ukuran ini, kita dapat menafsirkan laporan gempa secara lebih utuh. Magnitudo memberi gambaran tentang besarnya peristiwa, sedangkan intensitas memberi gambaran tentang dampaknya di lokasi kita.

Sejarah Skala Gempa

Pada awal abad ke-20, para ahli mulai mengembangkan cara untuk membandingkan besarnya gempa secara objektif. Skala magnitudo yang terkenal pada masa itu adalah skala Richter, yang awalnya dirancang untuk gempa lokal di wilayah tertentu dengan jenis seismograf tertentu. Seiring perkembangan ilmu, skala ini dianggap kurang tepat untuk gempa sangat besar.

Untuk mengatasi keterbatasan tersebut, dikembangkan magnitudo momen yang dihitung dari luas bidang patahan, besar pergeseran, dan kekakuan batuan. Saat ini, magnitudo momen menjadi standar internasional untuk gempa menengah hingga besar. Meski begitu, istilah “skala Richter” masih sering digunakan secara umum di media.

Memahami Skala MMI Lebih Dekat

Skala intensitas MMI menggambarkan dampak guncangan berdasarkan pengamatan manusia dan kerusakan. Berikut gambaran sederhana beberapa tingkatannya:

  • I–II: Getaran hanya dirasakan oleh sedikit orang yang sedang diam, terutama di lantai atas bangunan.
  • III–IV: Getaran terasa di dalam rumah, benda tergantung bergoyang, jendela dan pintu berderik.
  • V–VI: Dirasakan hampir semua orang, banyak yang terbangun, barang-barang berjatuhan, dan plester dinding dapat retak.
  • VII–VIII: Kerusakan ringan hingga sedang pada bangunan yang dirancang dengan baik, kerusakan lebih besar pada bangunan yang lemah.
  • IX ke atas: Kerusakan berat dan meluas, banyak bangunan runtuh.

Skala intensitas lain

Beberapa negara mengembangkan skala intensitasnya sendiri yang disesuaikan dengan kondisi bangunan dan budaya setempat. Indonesia juga memiliki skala intensitas gempa yang disusun dengan bahasa yang lebih mudah dipahami masyarakat.

Kesalahan Umum dalam Memahami Angka Gempa

  1. Menganggap magnitudo 6 dua kali lebih kuat dari magnitudo 3. Karena skalanya logaritmik, perbedaannya jauh lebih besar.
  2. Menganggap satu gempa memiliki banyak magnitudo. Yang berbeda-beda di setiap lokasi adalah intensitas, bukan magnitudo.
  3. Mengabaikan kedalaman. Gempa bermagnitudo sama dapat terasa sangat berbeda jika kedalamannya berbeda.

Memahami perbedaan ini akan membuat kita lebih bijak dalam membaca berita gempa dan lebih tepat dalam menilai risiko di lingkungan sendiri.

Kesimpulan

Magnitudo menjawab “seberapa besar gempanya”, sedangkan intensitas menjawab “seberapa kuat terasa di sini”. Gunakan pemahaman ini saat membaca laporan gempa.

Artikel Terkait

Edukasi Gempa