Berita Gempa

Gempa Susulan: Apa yang Perlu Diketahui Setelah Gempa Utama

Gempa Susulan: Apa yang Perlu Diketahui Setelah Gempa Utama
Foto: AusAID / Wikimedia Commons (CC BY 2.0)

Setelah gempa utama yang cukup kuat, sering kali terjadi rangkaian gempa yang lebih kecil di area yang sama. Fenomena ini disebut gempa susulan atau aftershock. Memahaminya membantu kita tetap waspada tanpa terjebak kepanikan.

Mengapa Gempa Susulan Terjadi?

Gempa utama mengubah distribusi tegangan di sekitar bidang patahan. Batuan di sekitarnya kemudian menyesuaikan diri dengan kondisi baru tersebut, dan proses penyesuaian itulah yang memicu gempa-gempa susulan.

Pola umum gempa susulan

Secara umum, frekuensi gempa susulan paling tinggi terjadi beberapa jam hingga beberapa hari pertama, lalu berkurang seiring waktu. Pola penurunan ini dikenal dalam seismologi sebagai hukum Omori.

Ukuran gempa susulan

Kebanyakan gempa susulan berukuran lebih kecil daripada gempa utama. Namun, gempa susulan yang cukup kuat tetap dapat merobohkan bangunan yang sudah rusak akibat guncangan pertama.

Risiko Selama Periode Susulan

Bangunan yang melemah

Dinding retak, atap bergeser, atau tiang miring adalah tanda bangunan tidak lagi aman. Hindari masuk ke bangunan seperti itu sampai diperiksa oleh pihak yang berwenang.

Bahaya lanjutan

Di daerah perbukitan, gempa susulan dapat memicu longsor. Di daerah pantai, tetap perhatikan informasi resmi terkait potensi tsunami.

Langkah Aman Setelah Gempa Utama

  • Periksa kondisi diri dan keluarga, lalu berikan pertolongan pertama jika diperlukan.
  • Matikan sumber listrik dan gas bila ada kerusakan.
  • Gunakan alas kaki untuk menghindari pecahan kaca.
  • Tetap berada di area terbuka yang jauh dari bangunan tinggi dan tiang listrik.
  • Ikuti informasi dari kanal resmi dan hindari menyebarkan kabar yang belum terverifikasi.

Menjaga Kesehatan Mental Selama Periode Susulan

Getaran yang terus berulang dapat menimbulkan rasa cemas, sulit tidur, dan kewaspadaan berlebihan, terutama pada anak-anak dan lansia. Reaksi ini wajar. Cobalah menjaga rutinitas sederhana, seperti jadwal makan dan istirahat, serta berbagi cerita dengan anggota keluarga.

Mendampingi anak

Jelaskan kepada anak bahwa gempa susulan adalah proses alam yang biasanya semakin jarang terjadi. Ajak mereka berlatih posisi berlindung agar merasa memiliki kendali. Hindari memperlihatkan tayangan kerusakan secara berulang.

Mencari dukungan

Jika kecemasan berlangsung lama dan mengganggu aktivitas, jangan ragu mencari bantuan tenaga kesehatan atau relawan pendamping psikososial yang tersedia di lokasi pengungsian.

Catat juga lokasi titik pengungsian resmi di sekitar tempat tinggal, karena informasi bantuan logistik dan layanan kesehatan biasanya dipusatkan di lokasi tersebut selama masa tanggap darurat.

Membedakan Gempa Susulan, Gempa Pembuka, dan Gempa Utama

Dalam rangkaian gempa, para ahli mengenal tiga istilah: gempa pembuka (foreshock), gempa utama (mainshock), dan gempa susulan (aftershock). Gempa pembuka adalah gempa yang lebih kecil dan terjadi sebelum gempa utama. Masalahnya, gempa pembuka baru dapat dikenali setelah gempa yang lebih besar benar-benar terjadi. Karena itu, setiap gempa kecil tidak bisa langsung dianggap sebagai pertanda gempa besar.

Ketika gempa “susulan” ternyata lebih besar

Dalam beberapa kasus, gempa yang awalnya dianggap gempa utama ternyata diikuti gempa yang lebih kuat. Gempa pertama kemudian diklasifikasikan ulang sebagai gempa pembuka. Kejadian seperti ini relatif jarang, tetapi menjadi alasan mengapa kewaspadaan tetap diperlukan beberapa hari setelah gempa kuat.

Durasi periode susulan

Lama periode gempa susulan bervariasi. Untuk gempa sedang, aktivitas susulan bisa mereda dalam beberapa hari atau minggu. Untuk gempa sangat besar, gempa susulan yang terasa dapat berlangsung berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun, meskipun frekuensinya terus menurun.

Panduan Memeriksa Rumah Setelah Gempa Utama

Sebelum kembali masuk dan beraktivitas di dalam rumah, lakukan pemeriksaan sederhana. Jika ragu, mintalah bantuan petugas atau tenaga ahli bangunan.

  • Periksa retakan pada kolom dan balok. Retakan diagonal atau beton yang terkelupas hingga tulangan terlihat merupakan tanda kerusakan serius.
  • Perhatikan dinding yang miring, menggembung, atau terlepas dari rangka.
  • Cek atap dan plafon, terutama genteng yang bergeser atau rangka atap yang patah.
  • Waspadai bau gas, kabel listrik yang terkelupas, dan pipa air yang bocor.
  • Periksa tangga, pagar, dan tembok pembatas yang mungkin roboh saat gempa susulan.

Kategori kondisi bangunan

Secara sederhana, kondisi bangunan pascagempa dapat dikelompokkan menjadi aman digunakan, perlu perbaikan sebelum digunakan, dan tidak aman. Pengelompokan resmi biasanya dilakukan oleh tim penilai yang ditugaskan pemerintah. Ikuti hasil penilaian tersebut dan jangan memaksakan diri tinggal di bangunan yang dinyatakan tidak aman.

Kehidupan Sementara di Luar Rumah

Jika rumah tidak aman, keluarga mungkin perlu tinggal sementara di tenda, rumah kerabat, atau pos pengungsian. Beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain menjaga kebersihan air minum, menyiapkan alas tidur yang hangat, serta memperhatikan kesehatan anak dan lansia yang lebih rentan. Simpan dokumen penting dalam wadah kedap air dan tetap berkoordinasi dengan pengurus lingkungan untuk informasi bantuan.

Gempa susulan tidak bisa dicegah, tetapi risiko cederanya dapat dikurangi dengan kehati-hatian.

Kesimpulan

Gempa susulan adalah bagian alami dari rangkaian gempa. Kesiapsiagaan dan kehati-hatian membuat kita tetap aman. Simak panduan lengkap cara evakuasi saat gempa untuk melengkapi persiapan Anda.

Artikel Terkait

Berita Gempa