Di beberapa daerah, masyarakat pernah merasakan gempa kecil berkali-kali dalam waktu berdekatan, tanpa didahului gempa besar. Fenomena ini dalam seismologi disebut gempa swarm atau gempa kawanan.
Perbedaan Swarm dan Gempa Susulan
Rangkaian gempa susulan
Gempa susulan selalu didahului oleh gempa utama yang paling besar, lalu disusul gempa-gempa yang lebih kecil dengan frekuensi menurun.
Rangkaian gempa swarm
Pada swarm, tidak ada satu gempa yang jauh lebih besar dibanding lainnya. Magnitudonya relatif mirip dan aktivitasnya dapat naik turun selama beberapa hari hingga beberapa bulan.
Penyebab Umum Gempa Swarm
Pergerakan fluida
Fluida seperti air panas atau gas di dalam kerak bumi dapat mengurangi gesekan pada rekahan batuan, sehingga memicu banyak gempa kecil.
Aktivitas magma
Di kawasan gunung api, pergerakan magma dapat menimbulkan swarm. Karena itu, pemantauan gempa sangat penting untuk menilai status aktivitas gunung api.
Pergeseran lambat sesar
Beberapa swarm dikaitkan dengan pergeseran perlahan pada sesar yang memicu rentetan gempa kecil di sekitarnya.
Apakah Swarm Berbahaya?
Sebagian besar swarm terdiri atas gempa kecil yang tidak merusak. Meski demikian, guncangan berulang dapat memperparah kerusakan pada bangunan yang rapuh. Masyarakat dianjurkan memeriksa kondisi rumah dan mengikuti informasi dari otoritas setempat.
Menjaga ketenangan
Rasa cemas wajar muncul saat gempa terasa berulang. Bekali diri dengan informasi akurat dan rencana darurat agar lebih tenang menghadapi situasi.
Bagaimana Swarm Dipantau?
Pemantauan swarm dilakukan dengan menghitung jumlah kejadian per hari, mengamati perubahan magnitudo, serta memetakan lokasi dan kedalaman setiap gempa. Jika titik-titik gempa bergerak secara perlahan ke arah tertentu, hal itu dapat menunjukkan perpindahan fluida atau magma di bawah permukaan.
Peran stasiun lokal
Karena gempa swarm umumnya kecil, stasiun seismik yang dekat dengan lokasi sangat diperlukan. Terkadang tim peneliti memasang seismometer sementara untuk mendapatkan data yang lebih rinci selama periode aktif.
Informasi untuk warga
Warga yang tinggal di daerah dengan aktivitas swarm disarankan mencatat waktu getaran yang dirasakan dan melaporkannya melalui kanal resmi bila tersedia. Laporan masyarakat dapat melengkapi data instrumen, terutama untuk menilai intensitas guncangan di berbagai lokasi.
Selama periode swarm, tetap simpan tas siaga di dekat pintu, periksa retakan baru di dinding secara berkala, dan hindari menyebarkan dugaan yang belum dikonfirmasi oleh lembaga resmi.
Contoh Konteks Terjadinya Gempa Swarm
Gempa swarm dapat terjadi dalam berbagai lingkungan geologi. Memahami konteksnya membantu kita menilai apakah suatu rangkaian gempa perlu disikapi dengan kewaspadaan khusus.
Di sekitar gunung api
Peningkatan jumlah gempa vulkanik dalam waktu singkat sering menjadi salah satu indikator meningkatnya aktivitas gunung api. Petugas pengamat akan mengombinasikan data gempa dengan data lain, seperti deformasi tubuh gunung, emisi gas, dan pengamatan visual, sebelum menetapkan status aktivitas.
Di kawasan panas bumi
Wilayah dengan sistem panas bumi memiliki banyak fluida panas di bawah permukaan. Pergerakan fluida ini dapat memicu rangkaian gempa kecil yang umumnya tidak berbahaya, tetapi tetap perlu dipantau.
Di zona sesar
Beberapa swarm terjadi di sepanjang sesar tanpa keterkaitan dengan gunung api. Rangkaian gempa seperti ini menarik perhatian para ahli karena dapat memberi petunjuk tentang perilaku sesar, termasuk bagian yang sedang bergerak perlahan.
Membaca Informasi Resmi Saat Terjadi Swarm
Saat terjadi swarm, lembaga resmi biasanya merilis pembaruan berkala yang memuat jumlah gempa, rentang magnitudo, dan wilayah yang merasakan guncangan. Beberapa hal yang perlu diperhatikan saat membaca informasi tersebut:
- Jumlah gempa terekam tidak sama dengan jumlah gempa terasa. Instrumen dapat merekam ratusan gempa kecil yang tidak dirasakan manusia.
- Tren lebih penting daripada angka tunggal. Perhatikan apakah jumlah atau kekuatan gempa cenderung naik, turun, atau stabil.
- Status gunung api ditetapkan lembaga berwenang. Jangan menyimpulkan sendiri status bahaya hanya dari jumlah gempa.
Tips Warga Selama Periode Swarm
Hidup di tengah gempa yang terasa berulang memang melelahkan. Beberapa tips berikut dapat membantu warga tetap aman dan tenang:
- Tata ulang perabot di rumah agar benda berat tidak berada di atas tempat tidur.
- Siapkan senter dan alas kaki di dekat tempat tidur untuk berjaga-jaga jika gempa terjadi malam hari.
- Pastikan jalur keluar rumah tidak terhalang barang.
- Ikuti arahan pemerintah setempat, terutama jika tinggal di kawasan rawan bencana gunung api.
- Jaga komunikasi dengan tetangga agar saling membantu bila diperlukan.
Dengan persiapan yang baik, rangkaian gempa kecil dapat dihadapi dengan lebih tenang, sambil tetap menunggu informasi resmi mengenai perkembangan situasi.
Kesimpulan
Gempa swarm menunjukkan bahwa aktivitas bumi memiliki pola yang beragam. Pelajari lebih lanjut tentang gempa vulkanik dan cara memperkuat kesiapsiagaan rumah.


