Aktivitas Seismik

Mengenal Sesar Aktif di Indonesia dan Cara Kerjanya

Mengenal Sesar Aktif di Indonesia dan Cara Kerjanya
Foto: Ikluft / Wikimedia Commons (CC BY-SA 4.0)

Indonesia memiliki banyak sesar aktif yang tersebar di darat maupun di laut. Sesar, atau patahan, adalah rekahan pada batuan kerak bumi tempat kedua sisinya pernah bergeser. Disebut aktif apabila sesar tersebut masih menunjukkan pergerakan dalam rentang waktu geologi yang relatif muda.

Jenis-Jenis Sesar

Sesar normal

Terjadi ketika kerak bumi mengalami tarikan. Blok batuan di atas bidang sesar turun relatif terhadap blok di bawahnya.

Sesar naik

Terjadi akibat gaya tekan. Blok batuan di atas bidang sesar terdorong naik. Sesar naik berskala besar banyak dijumpai di zona tumbukan lempeng.

Sesar geser

Kedua blok batuan bergerak mendatar saling berlawanan arah. Contoh terkenal sesar geser di Indonesia adalah sistem sesar besar yang membentang di sepanjang Pulau Sumatra.

Mengapa Indonesia Kaya Sesar Aktif?

Kepulauan Indonesia terbentuk di pertemuan beberapa lempeng tektonik besar. Pergerakan lempeng-lempeng tersebut menimbulkan tegangan yang tersalurkan ke berbagai patahan di daratan dan dasar laut. Akibatnya, banyak wilayah memiliki potensi gempa dari sesar lokal, bukan hanya dari zona subduksi.

Siklus akumulasi energi

Sesar dapat terkunci selama puluhan hingga ratusan tahun sambil menimbun energi. Ketika kekuatan batuan terlampaui, energi dilepaskan secara tiba-tiba sebagai gempa.

Bagaimana Sesar Diteliti?

Para ahli memetakan sesar melalui pengamatan bentang alam, survei lapangan, penggalian parit (paleoseismologi), serta pengukuran GPS untuk melihat pergerakan kerak bumi. Hasilnya digunakan untuk menyusun peta bahaya dan aturan tata ruang.

Mengapa Sesar Darat Perlu Diperhatikan?

Gempa dari sesar di daratan biasanya berkedalaman dangkal dan berpusat dekat permukiman. Meskipun magnitudonya tidak sebesar gempa di zona subduksi, guncangannya dapat sangat kuat di area sekitar patahan. Kerusakan juga bisa diperparah oleh retakan permukaan tanah yang memotong jalan, saluran air, atau bangunan.

Tanda-tanda bentang alam

Beberapa sesar dapat dikenali dari bentang alam yang khas, seperti lembah lurus yang memanjang, aliran sungai yang berbelok tiba-tiba, atau gawir terjal. Pengamatan ini kemudian dikonfirmasi oleh penelitian lapangan.

Apa yang dapat dilakukan masyarakat?

Masyarakat dapat mencari informasi tata ruang dari pemerintah daerah, memastikan bangunan memenuhi kaidah tahan gempa, dan ikut serta dalam latihan kesiapsiagaan di lingkungan masing-masing. Pengetahuan tentang sesar bukan untuk menakut-nakuti, melainkan untuk membangun kebiasaan aman.

Contoh Sesar Aktif yang Dikenal di Indonesia

Indonesia memiliki banyak sesar aktif yang telah dipetakan oleh para peneliti. Beberapa di antaranya cukup dikenal karena melintasi wilayah padat penduduk atau pernah dikaitkan dengan gempa merusak.

Sistem Sesar Sumatra

Sesar ini membentang di sepanjang Pulau Sumatra, mengikuti rangkaian Bukit Barisan. Sesar Sumatra merupakan sesar geser yang terbentuk akibat tumbukan miring antara Lempeng Indo-Australia dan Lempeng Eurasia. Sistem sesar ini terbagi menjadi banyak segmen, dan setiap segmen memiliki karakter aktivitas yang berbeda.

Sesar Palu-Koro

Sesar Palu-Koro melintasi bagian tengah Pulau Sulawesi dan dikenal sebagai salah satu sesar geser dengan laju pergerakan yang relatif tinggi di Indonesia. Gempa Palu tahun 2018 menunjukkan bagaimana pergerakan sesar dapat memicu guncangan kuat, likuefaksi, dan tsunami lokal sekaligus.

Sesar Lembang

Sesar Lembang berada di utara Kota Bandung. Keberadaannya menjadi perhatian karena dekat dengan wilayah perkotaan yang padat. Penelitian terhadap sesar ini terus dilakukan untuk memahami potensi bahaya dan mendukung perencanaan tata ruang di sekitarnya.

Sesar Naik Busur Belakang Flores

Di utara Nusa Tenggara terdapat zona sesar naik yang dikenal sebagai sesar busur belakang. Zona ini berpotensi menghasilkan gempa dan tsunami yang mengarah ke pantai utara pulau-pulau di sekitarnya.

Dampak Khas Gempa dari Sesar Darat

Gempa yang berasal dari sesar darat memiliki beberapa dampak khas yang perlu dipahami masyarakat.

  • Guncangan kuat di area sempit. Karena dangkal, energi gempa terkonsentrasi di sekitar jalur sesar.
  • Retakan permukaan. Pada gempa yang cukup besar, pergeseran sesar dapat muncul di permukaan dan merusak jalan, pipa, maupun pondasi bangunan.
  • Longsor. Di daerah berbukit, guncangan dapat memicu longsor yang menutup akses jalan.
  • Likuefaksi. Pada tanah berpasir jenuh air, guncangan dapat membuat tanah kehilangan kekuatannya dan berperilaku seperti cairan.

Peran Pemetaan Sesar dalam Kehidupan Sehari-hari

Hasil pemetaan sesar tidak hanya berguna bagi ilmuwan. Pemerintah daerah dapat menggunakannya untuk menetapkan zona yang perlu pembatasan pembangunan, terutama untuk fasilitas penting seperti rumah sakit, sekolah, dan bendungan. Pengembang perumahan dapat memakai informasi ini sebagai pertimbangan awal sebelum memilih lokasi proyek.

Bagi warga, mengetahui keberadaan sesar di sekitar tempat tinggal dapat menjadi dorongan untuk memastikan rumah dibangun dengan kaidah tahan gempa, menyiapkan tas siaga, dan mengikuti latihan evakuasi. Pengetahuan ini sebaiknya disikapi dengan tenang dan diarahkan pada tindakan nyata yang mengurangi risiko.

Kesimpulan

Mengetahui keberadaan sesar aktif di sekitar tempat tinggal membantu kita memahami risiko gempa lokal. Lihat juga pembahasan peta dan data gempa serta langkah mitigasi bencana di rumah.

Artikel Terkait

Aktivitas Seismik